0 komentar

Saturday, 15 November 2008 - RE SMK 6 Sesi 1

Tanggal 15 November kemarin adalah tanggal yang bersejarah untuk sebagian Dynamers.. Kenapa? Coz kemarin itu ada Retreat Encounter SMK angkatan 6.. Yeeaaaahhh (Keplok-keplok, red). Sudah cukup pidatonya (hoho, red). Kita akan membahas mengenai RE, satu sesi per hari. Jadi hari ini diawali dengan sesi pertama.

RE-sesi pertama dimulai pukul 08.00 dengan Pujian dan Penyembahan. LW-nya adalah Mylena. Sesi pertama ini bertemakan "Hati Bapa" yang dibawakan oleh Gembala Sidang Taman Surya, Pdt. Thomas Dwi Maryono (biasa dipanggil Pak Dwi, red).

Pada sesi pertama ini dibahas mengenai mengenal Allah sebagai Bapa. Saat setiap kita mengalami lahir baru, kita telah disebut anak Allah, yang berarti Allah adalah Bapa kita. Oleh karena itu, sangat penting bagi setiap kita untuk mengenal Allah sebagai Bapa. Mengenal Allah sebagai Bapa merupakan dasar dari pengenalan akan Allah dan juga merupakan salah satu tujuan dari penyelamatan yang dilakukan Kristus.

Namun, yang tidak kita sadari adalah iblis sedang merusak pengenalan kita akan Bapa Sorgawi, lewat figur bapa jasmani kita. Iblis merusaknya dengan membuat figur bapa jasmani kita sebagai bapa yang otoriter atau bapa yang sangat lemah (bapa gampangan, red). Gambaran Bapa yang rusak :
1. Bapa jasmani yang sadis, menerapkan disiplin militer
>> akibatnya : Kita tidak dapat mengasihi Bapa

2. Bapa jasmani yang tidak memberikan penghargaan
>> akibat : Minder, menganggap Allah "tukang kritik"

3. Bapa jasmani yang jarang/tidak pernah berkomunikasi dengan anak
>> akibat : Sulit/tidak dapat berdoa juga sulit memiliki intim dengan Allah

4. Bapa jasmani yang memiliki kasih bersyarat
>> akibat : tidak memiliki rasa aman

Satu-satunya cara untuk memiliki hubungan yang harmonis dengan Allah sebagai Bapa adalah mengampuni bapa jasmani kita.. (Roma 8:14-15)

Seusai Firman, Pak Dwi mengajak kita untuk menonton sebuah Film "Triathlon" (diusahakan dimasukan ke dalam blog.. sabar ya, red). Film ini diangkat dari sebuat kisah nyata. Kisah dari seorang ayah bernama Dick Hoyd dan anaknya, Rick Hoyd. Rick lahir pada tahun 1962, terlahir dengan keadaan lumpuh total dan divonis dokter "tak ada harapan". Namun, pengharapan dari kedua orangtua Rick tidak putus sampai vonis tersebut. Dick dan Judi (ibu Rick, red) membawa pulang Rick dan berusaha membesarkan Rick secara normal. Rick dimasukan ke dalam sekolah yang normal, dibesarkan secara normal. Meski tak dapat berbicara namun Rick dapat berkomunikasi menggunakan komputer yang dirancang secara khusus. Pada umur 15 tahun, Rick menulis pesan pada ayahnya bahwa dia ingin ikut lomba lari amal di kotanya. Dick sebenarnya bukan pelari. Namun demi anaknya, Dick rela mendorong kursi roda Rick untuk ikut lomba itu. Dari sini, mereka kemudian ikut berbagai lomba lari. Sehingga akhirnya Rick mengutarakan pada Dick ingin mengikuti lomba Triathlon (berlari sejauh 26,2 mil, 112 mil bersepeda dan 2,4 mil berenang).

Seorang bapa jasmani yang begitu mengasihi anaknya.. Pernahkah kita membayangkan, bagaimana kasih BAPA di Surga? Selesai mononton, diadakan Altar Call dan dapat terlihat, seluruh Dynamers yang hadir mengalami lawatan Tuhan, termasuk Tim SMK, SPV dan juga Pembina.

Read More...
0 komentar

Friday, 14 November 2008 - Sermon

"Forgive"
Preacher: Caca

Yesus ingin kita mengampuni sesama kita sebanyak 70 x 7 = 490. Atau dalam arti lain mengampuni itu tidak terbatas (Matius 18:21-35).

Matius 18:14-15
"14 - Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. 15 - Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu."

Kesediaan allah untuk mengampuni kita tergantung kesediaan kita untuk mengampuni orang lain. banyak hal yang membuat kita terluka. Misalnya ditinggal orang yang disayangi.

Sedikit sekali yang bisa memberikan pengaruh sedemikian rupa pada hubungan kita, selain roh tidak mengampuni. Artinya hubungan kita dengan org lain dipengaruhi oleh roh pengampunan.

Setiap rasa yang kita alami akan mendominasi hidup kita. Setiap rasa yang kita alami akan memakan waktu kita, pikiran kita, juga hubungan terhadap orang yang bersangkutan.

Bagaimana bisa memanfaatkan? Bagaimana bisa mengampuni?
Cara mengampuni yang terbaik adalah belajar dari Allah:
Pengampunan: kunci untuk melepaskan belenggu-belenggu.
Cara mengampuni ala Allah:
1. Allah mengerti kita.
Jadi kita juga harus mengerti kelemahan orang di sekitar kita. Jika kita ingin mengampuni dengan bebas, kita perlu memberi toleransi yang kita tunjukkan pada kesalahan sendiri (McGinnis).
2. Allah membayar setiap kesalahan kita (2 Korintus 5:21).
Allah membayar kesalahan kita melalui pengorbanannya di atas kayu salib. Pengampunan adalah menghadapi kenyataan bahwa itu terjadi dan mengaku kalau itu sakit, tapi memutuskan untuk membayar kesalahan itu sendiri.
3. Allah melupakan dosa kita (Yeremia 31:34; Ibrani 10:17; Yesaya 43;25).
Kita juga harus bisa melupakan kesalahan-kesalahan org lain kepada kita. Tapi tidak hanya sampai di melupakan. Sebelum melupakan kita juga harus mengampuni.
4. Allah rindu untuk bersekutu dengan kita.
Kita harus bisa bersekutu dengan sesama kita. Hubungan selalu layak untuk dipulihkan (Rick Warren).

Tujuan pengampunan adalah rekonsiliasi. Rekonsiliasi adalah perbuatan memulihkan keadaan seperti semula. Proses rekonsiliasi:
1. Mengakui seluruh dosa kita
2. Bertobat
Tidak akan ada rekonsiliasi yang sejati sampai kesalahan dibalas bersama dan keduanya mengakui kesalahan mereka dan saling percaya kembali.

Bagaimana jika kita dipihak yang bersalah?
(Matius 5:23-24)
Datangi orang yang bersangkutan, lalu adakan rekonsiliasi.

Bagaimana jika orang lai berada di pihak yang bersalah?
Tetap kita harus melangkah lebih dulu.

Kolose 3:13
"Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian."

Hidup akan menjadi lebih hidup dengan mengampuni.

Read More...
0 komentar

Wednesday, 12 November 2008 - Sermon

Sermon at Doa Puasa
Preacher: Pdm. Merke Lengkong

Tuhan ingin kita menjangkau jiwa-jiwa. Hal ini sangat jelas tertulis dalam Yohanes 15:16.

Yohanes 15:16
"Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu."

Gereja bukanlah sekumpulan orang-orang yang kudus, tapi gereja adalah kumpulan dari orang-orang berdosa yang berusaha untuk menjadi kudus.

Jika kita ingin bertumbuh secara rohani tidak bisa dilepaskan dari jiwa-jiwa. Jika kita ingin mengasihi Tuhan, maka kita harus mengasihi apa yang dikasihi Tuhan. Jika tidak, maka kita dapat mengalami stagnasi (rohani yang tidak berkembang atau bertumbuh, red).

Dari sekian banyak orang kitra dipilih Tuhan sebagai alatnya untuk menjangkau jiwa-jiwa. Upah kita bila kita memenangkan jiwa-jiwa adalah kekekalan. Seorang Leader harus mempunyai penguasaan diri yang lebih daripada bawahannya. karena itulah kita harus menjaga perbuatan, perilaku, sifat, dan jiga kekudusan. Bila kita sampai jatuh ke dalam dosa, maka kita akan kesulitan untuk memenangkan jiwa-jiwa.

Read More...
0 komentar

Saturday, 8 November 2008 - Sermon

"Father's Day"
Preacher: Pdt. Bambang Irawan

Kita semua adalah anak-anak muda yang sangat berbahaya bagi Iblis. Kenapa? Karena anak2 muda adalah generasi sedang Tuhan pakai secara Luar Biasa.

Pada Event kali ini, dibahas mengenai sosok seorang ayah. Ada beberapa hal yang dipertanyakan dan perlu disimak dengan sangat teliti.

Kenapa ada hari ibu tapi gak ada hari ayah?
(Hari Ayah bukan tidak ada, tapi kurang terekspos..)
Kenapa ada ibu kota tapi gak ada bapak kota?
Kenapa ada ibu jari tapi gak ada bapak jari?

Semua itu karena adalah siasat iblis untuk melecehkan para ayah dan merusak figur seorang ayah.

Seorang ayah (pria) mempunyai dampak yang lebih besar daripada seorang ibu (wanita). Apa yang dilakukan (dan tidak dilakukan) oleh seorang ibu memiliki dampak 30% kepada sang anak. Sedangkan apa yang dilakukan (dan tidak dilakukan) oleh seorang ayah memiliki dampak 70%.

Maleakhi 4:5-6
"Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu. Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah."

Tuhan menginginkan adanya rekonsiliasi (perbaikan hubungan, red) antara ayah dan anak. Coz hubungan kita dengan bapa jasmani kita di dunia mempengaruhi hubungan kita dengan bapa yang ada di Surga.

Setiap kelakuan kita dipengaruhi oleh faktor ayah kita karena seorang ayah memiliki impact dalam kehidupan anaknya sebanyak 70%. Buktinya yaitu disaat manusia pertama diciptakan, Tuhan menciptakan Adam terlebih dahulu dan selalu berfirman kepada Adam (karena saat itu hawa belum diciptakan) dan juga saat manusia pertama kali berbuat dosa, yaitu Hawa. Saat itu Tuhan mencari Adam, bukan Hawa.

Dalam hal ini bukan berarti wanita tidak penting. Wanita memiliki peran tersendiri dalam kehidupan ini. Bila seorang pria menjadi pemimpin, maka seorang wanita diciptakan sebagai penolong. Pria dan wanita diciptakan Allah untuk saling berbagi.

Seperti halnya dalam video triathlon (yang ditayangkan dalam countdown sebelum ibadah, red), kita semua adalah anak yang cacat, yang selalu menuntut dan tidak tahu berterima kasih kepada Bapa Surgawi kita. Namun Ia mau menerima kita apa adanya, apapun sifat dan kelakuan kita. Hal ini dibuktikan Bapa lewat Yesus. Ia menyerahkan Anak-Nya yang tunggal untuk mati di kayu salib demi menebus setiap dosa kita.

Read More...